Susu, juga dikenal sebagai asosiasi simpan pinjam bergilir (ROSCA), adalah praktik tradisional yang telah digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia selama beberapa generasi sebagai cara untuk menghemat uang, membangun kepercayaan, dan mendukung satu sama lain secara finansial. Dalam beberapa tahun terakhir, susu telah mendapatkan pengakuan atas kemampuannya dalam mentransformasikan literasi keuangan dan memberdayakan individu untuk mengendalikan masa depan keuangan mereka.
Salah satu manfaat utama susu adalah mendorong kebiasaan menabung dan disiplin. Dalam kelompok susu, anggota menyumbangkan sejumlah uang secara berkala, biasanya mingguan atau bulanan. Komitmen menabung ini membantu individu mengembangkan kebiasaan menyisihkan uang untuk masa depan, yang merupakan komponen penting dari literasi keuangan. Dengan berpartisipasi dalam susu, individu dapat mengumpulkan simpanan dalam jumlah besar seiring berjalannya waktu, yang dapat digunakan untuk keadaan darurat, investasi, atau tujuan keuangan lainnya.
Susu juga mengedepankan transparansi dan akuntabilitas keuangan. Dalam kelompok susu, setiap anggota secara bergiliran menerima dana gabungan, sehingga menimbulkan rasa percaya dan akuntabilitas di antara kelompok. Transparansi ini membantu mencegah penipuan dan memastikan bahwa semua anggota menerima bagian dana yang adil. Dengan berpartisipasi dalam susu, individu belajar pentingnya kejujuran, kepercayaan, dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan mereka, yang merupakan keterampilan penting untuk literasi keuangan.
Selain itu, susu memberi individu akses terhadap kredit dan dukungan keuangan yang mungkin tidak mereka dapatkan jika tidak. Dalam kelompok susu, anggota dapat meminjam uang dari dana gabungan untuk memenuhi kebutuhan keuangan mereka, seperti membayar biaya pengobatan, memulai usaha, atau membeli rumah. Akses terhadap kredit ini membantu individu mengatasi tantangan keuangan dan mencapai tujuan mereka, sekaligus mengajari mereka cara mengelola utang secara bertanggung jawab.
Manfaat susu lainnya adalah menumbuhkan rasa kebersamaan dan dukungan sosial. Dengan berpartisipasi dalam kelompok susu, individu membentuk ikatan yang kuat dengan sesama anggota dan bekerja sama untuk mencapai tujuan keuangan mereka. Rasa solidaritas dan saling mendukung ini dapat membantu individu merasa lebih percaya diri dan berdaya dalam mengelola keuangannya, karena mereka tahu bahwa mereka memiliki jaringan orang-orang yang siap membantu mereka pada saat dibutuhkan.
Secara keseluruhan, susu adalah alat yang ampuh untuk meningkatkan literasi keuangan dan memberdayakan individu untuk mengendalikan masa depan keuangan mereka. Dengan berpartisipasi dalam kelompok susu, individu dapat mengembangkan kebiasaan menabung yang baik, mempelajari tanggung jawab keuangan, mengakses kredit dan dukungan keuangan, dan membangun komunitas dukungan yang kuat. Dengan semakin banyaknya orang yang menyadari manfaat susu, praktik budaya ini berpotensi mengubah literasi keuangan dan memberdayakan individu untuk mencapai tujuan keuangan mereka.
