Susu, juga dikenal sebagai asosiasi simpan pinjam bergilir (ROSCA), adalah bentuk tabungan kelompok tradisional yang telah dipraktikkan selama beberapa generasi di berbagai budaya di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, susu semakin populer di Amerika Serikat sebagai alat untuk membangun stabilitas keuangan dan membina komunitas di antara para anggotanya. Namun di luar manfaat praktisnya, susu juga mempunyai dampak psikologis yang besar bagi para partisipannya.
Pada intinya, susu adalah sebuah konsep sederhana: sekelompok individu mengumpulkan uang mereka secara teratur dan bergiliran menerima pembayaran sekaligus. Pengaturan ini memungkinkan anggota untuk menyimpan dan mengakses dana secara terstruktur dan disiplin, tanpa memerlukan layanan perbankan tradisional. Selain keuntungan finansial, susu juga memberikan rasa dukungan sosial dan persahabatan antar pesertanya.
Salah satu manfaat psikologis utama dari susu adalah rasa akuntabilitas dan komitmen yang dipupuknya. Dengan berkomitmen untuk menyumbangkan sejumlah uang secara teratur, anggota bertanggung jawab terhadap diri mereka sendiri dan rekan-rekan mereka. Hal ini dapat membantu individu mengembangkan rasa disiplin dan tanggung jawab keuangan, serta rasa kepemilikan dan kendali atas masa depan keuangan mereka.
Selain itu, susu juga dapat berfungsi sebagai sumber dukungan dan koneksi sosial. Dengan berpartisipasi dalam kelompok susu, individu dapat membangun hubungan dengan orang lain yang memiliki tujuan dan tantangan finansial yang sama. Rasa kebersamaan ini dapat memberikan dukungan emosional, dorongan, dan rasa memiliki yang mungkin tidak dimiliki oleh perbankan atau lembaga keuangan tradisional.
Selain itu, susu juga dapat membantu meringankan perasaan stres dan kecemasan finansial. Dengan menyediakan cara terstruktur untuk menyimpan dan mengakses dana, susu dapat membantu individu merasa lebih memiliki kendali atas keuangan mereka dan lebih siap untuk menangani pengeluaran tak terduga atau keadaan darurat. Hal ini dapat meningkatkan rasa aman finansial dan ketenangan pikiran.
Secara keseluruhan, psikologi susu berakar pada prinsip akuntabilitas, komunitas, dan pemberdayaan keuangan. Dengan berpartisipasi dalam kelompok susu, individu dapat mengembangkan rasa disiplin keuangan, membangun hubungan yang bermakna, dan merasa lebih memiliki kendali atas masa depan keuangan mereka. Seiring dengan semakin populernya susu, manfaat psikologisnya kemungkinan besar akan terus memberikan dampak positif pada individu dan komunitas di seluruh dunia.
