Fiksi ilmiah telah lama menjadi sumber inspirasi kemajuan teknologi di dunia nyata. Dari konsep perjalanan luar angkasa hingga kecerdasan buatan, banyak ide yang dulunya dianggap hanya imajinasi belaka kini menjadi kenyataan. Salah satu konsep yang muncul dari halaman novel fiksi ilmiah hingga menjadi yang terdepan dalam inovasi teknologi adalah TEH, atau Technology Enhanced Humans.
TEH mengacu pada integrasi teknologi ke dalam tubuh manusia untuk meningkatkan kemampuan fisik atau kognitif. Hal ini dapat mencakup apa saja mulai dari perangkat implan yang memantau metrik kesehatan hingga kaki palsu yang dikendalikan oleh pikiran pengguna. Gagasan untuk meningkatkan kemampuan manusia melalui teknologi telah menjadi tema umum dalam fiksi ilmiah selama beberapa dekade, dengan karakter seperti Iron Man dan Borg dari Star Trek yang menampilkan kemungkinan penggabungan manusia dan mesin.
Dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan di bidang bioteknologi, robotika, dan kecerdasan buatan telah menjadikan konsep TEH lebih layak dilakukan dibandingkan sebelumnya. Kaki palsu yang dapat memberikan rasa sentuhan dan gerakan yang sebanding dengan anggota tubuh alami kini menjadi kenyataan, berkat kemajuan dalam bidang neuroprostetik. Perangkat implan yang dapat memantau metrik kesehatan secara real-time sedang dikembangkan untuk membantu individu lebih memahami dan mengelola kesehatan mereka sendiri. Bahkan antarmuka otak-komputer yang memungkinkan komunikasi langsung antara otak dan perangkat eksternal sedang dieksplorasi sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan kognitif.
Meskipun potensi manfaat TEH sangat besar, ada juga implikasi etika dan sosial yang harus dipertimbangkan. Pertanyaan tentang privasi, keamanan, dan potensi menciptakan kesenjangan antara mereka yang mampu meningkatkan diri dan mereka yang tidak mampu merupakan pertimbangan penting. Selain itu, kekhawatiran mengenai dampak teknologi terhadap identitas dan otonomi manusia juga semakin meningkat.
Terlepas dari tantangan-tantangan ini, kebangkitan TEH di dunia saat ini mewakili sebuah terobosan baru yang menarik dalam inovasi teknologi. Ketika para ilmuwan dan insinyur terus mendorong batas-batas apa yang mungkin terjadi, batas antara fiksi ilmiah dan kenyataan semakin kabur. Integrasi teknologi ke dalam tubuh manusia berpotensi merevolusi layanan kesehatan, meningkatkan kualitas hidup individu penyandang disabilitas, dan membuka kemungkinan baru bagi pencapaian manusia.
Saat kita memasuki era baru peningkatan kualitas manusia, penting untuk mendekati kemajuan ini dengan hati-hati dan mempertimbangkan implikasi etisnya. Dengan hati-hati menavigasi potensi risiko dan manfaat TEH, kami dapat memastikan bahwa teknologi ini digunakan untuk meningkatkan kehidupan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Masa depan Manusia yang Ditingkatkan Teknologi telah tiba, dan terserah pada kita untuk membentuknya dengan cara yang bermanfaat bagi kita semua.
